Langsung ke konten utama

CINTA SEJATI DAN KOMUNIKASI SAINS Part 1

CINTA SEBAGAI OBAT


Ibnu Qayyim rahimahullâh pernah berkata dalam kitab al-Jawâb al-Kâfî li Man Sa'ala ‘an ad-Dawâ' asy-Syâfî (Jawaban Konkrit Bagi Mereka yang Menanyakan Obat Manjur)

“Kasih sayang adalah penyebab hati dan ruh menjadi hidup terpelihara. Hati tidak tenang dan merasa seperti tak hidup bila tanpa cinta. Seandainya hati tanpa cinta, sakitnya lebih terasa daripada mata terasa sakit ketika tidak bisa lagi melihat cahaya, telinga ketika tidak bisa lagi mendengar, hidung ketika tidak bisa lagi mencium, lisan ketika tidak mampu lagi berbicara. Bahkan, hati pun bisa menjadi rusak apabila hampa dari kasih sayang yang sudah merupakan fitrah dalam jiwa manusia. Ia adalah sebuah karunia yang diberikan Sang Pencipta. Oleh karena itu, rusaknya lebih parah daripada kerusakan tubuh manusia yang diisi dengan ruh, dan ini tidak mungkin bisa dikatagorikan menjadi sesuatu yang pasti kecuali orang yang memiliki jiwa yang selalu hidup.”

Ibnu Qayyim rahimahullâh berkata dalam kitab ad-Dâ' wa ad-Dawâ' (Penyakit dan Obat):
“Mencintai wanita itu terbagi tiga, yaitu:

Bagian pertama adalah pendekatan dan bagian kedua ketaatan. Yang termasuk kedalam klasifkasi ini seperti, mencintai seorang istri. Bentuk cinta seperti ini teramat sangat bermanfaat karena bagaimanapun ia merupakan salah satu syariat yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam melaksanakan pernikahan. Karena, pernikahan dapat menghindarkan pandangan mata dan hati dari perbuatan semu yang dilarang dalam Islam. Maka dari itulah Allah SWT, Rasul-Nya serta seluruh manusia menjunjung tinggi martabat pecinta seperti ini.

Sedangkan bagian ketiga adalah “cinta mubah” atau cinta yang dibolehkan, seperti misalnya cinta seorang laki-laki ketika disebutkan kepadanya seorang wanita rupawan nan jelita, atau ketika seorang laki-laki melihat wanita secara kebetulan kemudian hatinya terpaut kepada wanita tersebut, dengan catatan tidak ada unsur maksiat dan syahwat dalam jatuh cinta itu. Cinta seperti ini pelakunya tidak mendapatkan dosa dan siksa, namun lebih baik menghindar dan menyibukkan diri dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan positif serta wajib baginya merahasiakan hal itu. Apabila menjaga dan sabar terhadap suatu hal yang bersifat negatif, niscaya Allah SWT akan memberikan ganjaran pahala kepadanya dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.”

MISI CINTA UNTUK MENEMUKAN CINTA SEJATI


Sudah menjadi fitrah manusia memiliki rasa cinta. Mencintai harta, wanita dan kedudukan. Namun kita juga harus tahu kepada siapa cinta kita itu ditujukan dan cinta yang mana yang harus diprioritaskan. Ibnu Qayyim Al Jauziah membagi dimensi cinta menjadi enam tingkatan.
  1. Tatayyun
Cinta yang paling utama adalah cinta kepada Allah SWT. Allah yang menciptakan manusia dan segala isinya, serta memberikan segala yang manusia butuhkan untuk hidup di dunia, berhak mendapatkan cinta tertinggi melebihi apa pun yang ada di dunia.

     2. Isyk

Rasa cinta ini merupakan tingkat ke dua setelah mencintai Allah, yaitu mencintai yang hanya ditujukan kepada kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW. Mencintai Nabi Muhammad SAW berarti mengamalkan segala sesuatu yang dicontohkan oleh beliau dan menghindari segala sesuatu yang tidak berasal darinya.

     3. Syauq

Merupakan tingkatan cinta antar sesama muslim yang memiliki ikatan keluarga. Setelah mencintai Allah dan Rasul-Nya, selanjutnya adalah mencintai keluarga kita, orang tua, adik, kakak, kerabat dan saudara kita. Keluarga berhak mendapatkan cinta yang melebihi orang lain.

    4. Shababah

Yang merupakan rasa cinta antar sesama muslim karena satu aqidah. Sesama muslim itu bersaudara. Di belahan dunia mana pun, kita yang beragama Islam adalah saudara. Muslim di Afrika, Autralia, Palestina, Turki, Jepang, adalah saudara kita. Di mana pun muslim berpijak, apabila mereka tertindas, sengsara, terancam, kita sebagai saudara pastilah merasakan sedih dan pedih yang mereka rasa. Dan hati kita tergerak untuk menolong dan mengurangi beban mereka semampu yang kita bisa. Yang paling penting yaitu doa-doa kita kepada saudara-saudara muslim di belahan bumi mana pun.

     5. 'Ithf

Tingkatan cinta yang timbul dari sisi kemanusiaan. Misalnya, menolong orang yang terkena musibah atau bencana, maka akan timbul rasa cinta antar sesama manusia. Termasuk di dalam tingkatan ini adalah mencintai lawan jenis. Seorang lelaki yang mencintai seorang wanita, begitu pun sebaliknya.

    6. Intifa

Cinta kepada harta benda yang dimiliki. Allah memberikan kita rasa cinta terhadap harta benda, tapi janganlah kecintaan yang satu ini melebih cinta kita kepada Allah dan Rasulnya.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Boneka Rusia Matryoshka Sebagai Model Manajemen Komunikasi

Boneka Rusia  Matryoshka Adalah boneka khas Rusia yang dapat diisi dengan boneka-boneka yang lebih kecil. Nama "matryoshka" diambil dari nama "Matryona" , yang merupakan nama dari seorang wanita yang bertubuh gemuk. Matryoshka sebagai suatu kerajinan khas Rusia dan menjadi sangat populer setelah diperkenalkan dan dipromosikan pada Pameran Dunia di Paris, Prancis pada tahun 1900-an. Sejak saat itu boneka Rusia Matryoshka diproduksi secara massal di Sergiyev Posad, sebuah wilayah di pinggiran kota Moskow. Hingga kini daerah tersebut menjadi pusat kerajinan matryoshka di Rusia. Model Manajemen Komunikasi Model dapat diartikan sebagai representasi dari suatu realitas dengan mengangkat unsur-unsur tertentu yang dianggap penting. Model bukan realitas itu sendiri, tetapi hanyalah gambaran atau abstraksi tentang sesuatu dengan mengambil aspek-aspek yang dianggap penting dan menjadi inti dari sesuatu yang digambarkan tersebut. Tujuan dari dibuatkannya...

BERBAGAI JENIS MEDIA SOSIAL

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah untuk ikut andil, berbagi, dan menciptakan konten medianya seperti blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan salah satu bentuk media sosial dari sekian banyak media sosial yang paling umum dan banyak digunakan oleh masyarakat seluruh dunia. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein pernah berkata dalam bukunya dan mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran “user-generated content”. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein telah menciptakan pengklasifikasian untuk berbagai jenis media sosial di internet, dalam artikel Horizons Bisnis mereka diterbitkan dalam 2010. Menurut Kaplan dan Haenlein setidaknya ada enam jenis media sosial sebagai berikut: 1.   Proyek Kolaborasi (Collaborative pro...